Friday, October 7, 2011

Gejala Kanker Paru Stadium Dini dan Lanjut

Kanker paru-paru merupakan kanker ganas yang berasal dari sel paru-paru.
Penyebab pastinya masih belum jelas.
Namun ada beberapa faktor yang dianggap berpengaruh terhadap kanker yang satu ini.

Faktor penyebab kanker paru tersebut adalah:
1. Inhalasi atau hirupan jangka panjang terhadap bahan-bahan karsinogen atau penyebab kanker yaitu berupa:
  • Asap rokok.
  • Asbes.
  • Nikel.
  • Arsen.
  • Gas CO2.

2. Jaringan parut di paru terkena penyakit paru seperti TBS.
Kelompok resiko tinggi terkena kanker paru adalah:
  • Usia lebih dari 40 tahun.
  • Perokok aktif.
  • Perokok pasif.
  • Dan orang yang bekerja di lingkungan yang mengandung zat karsinogen.



Ada penelitian yang menyebutkan bahwa para ibu rumah tangga (bukan perokok) yang suaminya perokok akan memiliki resiko terkena kanker paru 2 kali lipat daripada yang mempunyai suami bukan perokok.

Gejala kanker paru pada stadium dini amat sangat tidak khas, biasanya sama dengan penyakit paru lainnya, yaitu:
  • Lemah badan.
  • Nafsu makan menurun.
  • Berat badan menurun.
  • Batuk lama.
  • Nyeri dada.
  • Sesak nafas.
  • Dan batuk darah.


Pada kanker paru stadium lanjut gejala yang muncul tergantung dari tempat penyebarannya, yaitu:
  • Pembengkakan kepala, leher dan lengan.
  • Sukar menelan.
  • Nyeri kepala hebat.

Untuk mendapatkan hasil yang akurat untuk diagnosa kanker paru yang dikeluhkan, bisa dilakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang antara lain adalah:
  • Sitologi dahak.
  • Foto paru.
  • Biopsi paru.
  • Bronkoskopi.
  • Bronkografi.
  • CT scan dan sebagainya.

Wednesday, October 5, 2011

Ubun-Ubun Bayi Berdenyut Keras

Bayi memang belum memiliki tulang yang sempurna seperti orang dewasa.
Pada kepala bayi, didapatkan dua ubun-ubun, yang besar pada bagian depan sedangkan yang kecil pada bagian belakang. Terbentuknya ubun-ubun ini karena pada bayi masih didapatkan celah antar tulang tengkorak.

Adanya ubun-ubun besar ini adalah agar otak dapat berkembang sampai mendekati ukuran dewasa.
Ubun-ubun kecil pada bagian belakang kepala biasanya menutup dengan sempurna setelah berusia 2 bulan. Ubun-ubun besar bayi sebagian besar menutup pada anak usia 1 tahun, dan biasanya maksimal usia 2 tahun, ubun-ubun besar pada bayi sebaiknya sudah menutup.



Lalu bagaimana kalau bayi sudah berusia lebih dari 2 tahun, semisal 2.5 tahun namun ubun-ubun besar bayi masih belum juga tertutup.
Perlu diketahui, kalau dalam keseharian, si bayi tidak menunjukkan hal yang mencurigakan, atau dengan kata lain tumbuh kembang bayi berjalan dengan normal saja, Insya Alloh ubun-ubun besarnya akan menutup secara normal nantinya.



Akan tetapi kalau ada keterlambatan pada tumbuh kembangnya, sebaiknya diperiksakan ke dokter anak terdekat agar diketahui penyebab keterlambatan tumbuh kembangnya serta penyebab terlambat menutupnya ubun-ubun besarnya.

Tuesday, October 4, 2011

Menjaga Kesehatan Jantung

Menjaga kesehatan jantung sangatlah penting, mengingat jantung sebagai organ utama dalam saluran peredaran darah.
Dari itu penting bagi kita untuk melakukan pencegahan dini agar tidak mengalami gangguan ke depannya.
Bagi yang ingin mengetahui kiat-kiat menjaga kesehatan jantung agar tetap sehat, berikut penjelasannya.

Jantung merupakan organ utama dalam menentukan hidup manusia dan sentral organ yang menentukan reaksi kinerja organ tubuh yang lain. Oleh karena itu, menjadi sangat penting bagi kita terutama yang sudah menginjak usia 40 tahun ke atas untuk menjaga jantung agar tetap sehat.

Waspadai Nyeri Dada.
Rasa nyeri pada bagian dada seringkali dianggap remeh dan diabaikan oleh sebagian orang.
Bahkan, ada persepsi bahwa keluhan fisik itu merupakan tanda-tanda masuk angin yang bisa diatasi dengan mudah. Padahal, nyeri pada dada itu bisa jadi merupakan gejala seseorang menderita penyakit jantung.

Ada beberapa keluhan penyakit jantung yang sering diabaikan masyarakat hingga akhirnya penyakit yang diderita bertambah parah.
Sejumlah keluhan terutama pada usia 40 tahun ke atas yang patut diwaspadai sebagai gejala penyakit jantung adalah:
  1. Nyeri dada.
  2. Berdebar-debar.
  3. Cepat letih. 
  4. Sesak nafas.
  5. Ada riwayat sering pingsan.
  6. Sesak nafas bila tidur terlentang.
  7. Beberapa organ tubuh membiru.
  8. Perut dan bagian kaki membengkak.
Gejala lain yang dialami ketika seseorang terserang penyakit jantung adalah rasa nyeri yang hebat disertai muntah. Tempat nyerinya ada pada bagian belakang tulang dada, kemudian menjalar ke leher dan bahu. Lokasi lain adalah dari dada menjalar ke rahang, kemudian ulu hati dan di daerah punggung di antara kedua belikat.

Mengatur Pola Hidup.
Untuk mengurangi resiko di atas, hendaklah dilakukan pencegahan diantaranya dengan mengatur pola hidup.
Tingkat stres dapat memicu hormon adrenalin abnormal, dimana hormon ini merupakan salah satu hormon yang merangsang atau menstimulasi tekanan darah tinggi sehingga membebani kerja jantung.

Untuk pencegahan ini, maka perlu ada perubahan pola hidup yang lebih baik dengan melakukan aktivitas positif yang tidak mengundang masalah berat dan mengurangi tingkat stres.
Tidak hanya itu saja, pola kebersihan tetap perlu dijaga, baik untuk pribadi maupun lingkungan seperti rumah yang bersih.

Mengatur Pola Makan.
Selain pola hidup, hal yang perlu diperhatikan sebagai pencegahan utama adalah pola makan terutama pada usia di atas 40 tahun. Diusahakan untuk mengkonsumsi makanan yang seimbang antara karbohidrat, lemak dan protein. Semuanya itu dapat disusun melalui Piramida pola makan. Urutannya adalah karbohidrat kemudian protein dan sayur-sayuran, selanjutnya minyak dan lemak.
Pada konsumsi karbohidrat harus diatur sedemikian rupa sehingga sesuai dengan kebutuhan kalori di masing-masing umur.

Kurangi Lemak.
Lemak, khususnya lemak hewani, yang tertimbun dalam tubuh merupakan penyebab besar gangguan jantung. Kelebihan lemak di dalam darah terutama kolesterol dan trigliserida, yang dikenal dengan gangguan dislipitdenia, meyebabkan terjadinya kolesterol teroksidasi di dalam darah.

Oleh karena itu, perlu mengurangi kadar lemak dalam darah. Walaupun dikatakan merupakan salah satu penyebab gangguan jantung, namun konsumsi lemak tidak boleh ditiadakan sama sekali, mengingat keberadaan lemak merupakan pelarut yang baik bagi hormnon dan enzim.

Olahraga.
Pencegahan lain yang dapat dilakukan adalah dengan berolahraga ringan seperti jalan cepat dan berenang selama satu jam dan dilakukan tiga kali dalam seminggu sehingga dapat mempertahankan fungsi normal jantung.

Dengan berolahraga dapat meningkatkan metabolisme lemak yang diubah menjadi energi dan panas sehingga menghindari penumpukan, lemak pada dinding pembuluh darah.

Untuk menjaga jantung tetap sehat, harus juga didukung asupan vitamin dan meineral untuk membantu proses metabolisme tubuh. Hal ini juga bermanfaat bagi penderita jantung dengan komplikasi diabetes melitus. Sebab, vitamin dan mineral membantu menetralisir asam lemak pada dinding pembuluh darah, sehingga tidak mengganggu kinerja jantung.